Senin, 08 Maret 2010

ARBITRASE PASAR MODAL

Mesothelioma
Mesothelioma

Sengketa perdata di pasar modal
Tak semua kasus persengketaan di pasar modal harus berujung dengan sanksi Bapepam-LK atau pengadilan. Di Indonesia, juga ada Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI) yang siap membantu penyelesaian berbagai sengketa pasar modal lewat jalur di luar pengadilan.

Lembaga BAPMI sudah berdiri sejak Agustus 2002. Pendiriannya melibatkan PT Bursa Efek Jakarta (BEJ), PT Bursa Efek Surabaya (BES), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan 17 asosiasi yang di lingkungan pasar modal. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) juga mendukungnya. Jadi, posisi lembaga ini sangat kuat.



Selengkapnya...

Senin, 22 Juni 2009

Menghemat Beli Makan Siang Bisa Jadi Orang Kaya?????

Suatu waktu, ketika makan siang dikantor, saya memperhatikan beberapa sekretaris yang membawa makan siang dari rumah. Jarang sekali mereka membeli makan dari luar untuk makan siang.Suatu hari ketika waktu makan siang saya ikut duduk-duduk di dapur dan ngobrol dengan salah seorang sekretaris. Anggap saja namanya Neni.
Saya : Wah enaknya bawa makanan dari rumah
Neni : Iya bu, ngirit nih, kalau enggak bawa makanan dari rumah enggak bisa nabung Bu.
Saya : oh gitu yah.... memangnya kamu nabung setiap bulan?
Neni : kalau saya enggak nabung, nanti kalau ada keperluan, saya enggak punya uang.
Saya : Berapa banyak yang bisa dihemat dari makan siang?
Neni : kalau sehari makan sekitar Rp. 7.000,- berarti kan Rp. 175.000,-

Obrolan yang pendek, tetapi membuat saya terhenyak. Bener juga yah, sedangkan kalau saya makan diluar plus minuman, minimal Rp. 15.000,- kadang malah lebih. Itu berarti sudah Rp. 375.000,- per bulan. Tapi kalau kita bawa makanan terus dari rumah, nanti kurang bersosialisasi dan keliatan pelit, hahaha.

Coba deh saya mau menghitung dengan cara Perencana Keuangan, uang yang saya hemat, mau saya investasikan di Reksadana. Misalnya ada seorang wanita bernama Felicia yang masih berusia 25 tahun, dari pada uang tadi habis enggak jelas, saya membantu Felicia mengatur jatah makan siang . Dalam seminggu Felicia 2 kali makan diluar 3 kali bawa makan dari rumah. Anggap saja makan siang setiap hari Rp. 10.000,-. berarti Felicia bisa berhemat setiap bulannya sebesar Rp. 170.000,-. (hari kerja selama 25 hari). Setiap bulan saya investasikan di Reksadana, karena saya masih muda saya ambil Reksadana saham dengan hasil investasi 30% pertahun, dan karena uang ini ingin saya lupakan (tidak diambil-ambil) direncanakan akan diambil pada waktu usia 55 tahun. Anggap saja persiapan pensiun nanti. Maka uang saya akan menjadi Rp. 11.204.824.147. Wah luar biasa padahal yang Felicia setor hanya Rp. 51.000.000,-. Itulah The Magic of Compound Rate. Apa itu Compound Rate.... hahah itu biar keren aja, dalam bahasa Indonesianya namana adalah bunga majemuk, pasti inget deh pelajaran matematika selagi SMP dan SMA. Nah sekarang di aplikasikan dalam kehidupan sehari hari.









Selengkapnya...

Sabtu, 07 Februari 2009

MENYIASATI "NGOPI" BISA PUNYA UANG 1,1M






visitor countersdata recovery software

data recovery software




Ada beberapa hal yang tidak bisa dihindari untuk pergi ke kafe. Kerjaanku yang membuat harus bertemu klien atau teman di kafe disaat pulang kantor. Paling kesel kalau keburu-buru, sehingga jalannya juga terburu, begitu sampai kafe nafas sudah "ngos-ngosan", terasa haus deh jadinya. Begitu duduk langsung pelayannya nyodorin menu, karena haus jadi pesan air mineral dan kopi karena terasa laper akhirnya aq pesen juga makanan. Setelah selesai, duuuuuuuh nyesek bener lihat air mineral harganya diatas Rp. 15.000,-, kopi yang harganya Rp. 25.000,- plus makanan yang aq pesan (walau enggak kenyang dan rasanya juga tidak terlalu enak) Rp. 40.000,-. Ditotal plus ppn yang harus dibayar Rp. 88.000,-. Wuihhhhhhhh.... hampir Rp. 100.000,-. Ini harus disiasati untuk mampir dikafe untuk urusan bisnis, tapi bagaimana caranya?


Indi, anakku yang kecil sekarang ini kelas IX, jatah uang tambahan malam minggunya hanya sebulan 2x, itupun Rp. 50.000,-. Sedangkan tempat dia bermain dengan temannya adalah di Citos. Yang membuat aq heran,dia masih bisa pergi nonton dan makan dengan uang sebesar itu. Suatu hari aku ngobrol dengan Indi, aku tanya, kemana aja kalau pergi malam minggu? Sering Indi cerita ditraktir temennya, sehingga dia bisa nonton 2x dari sore hari dan aku tanya kok uangnya bisa cukup, kan enggak mungkin kalo ditraktir terus-terusan. Jawabannya bikin aku ketawa dan membuat aku sadar dan berpikir, ini dialog aq dengan Indi :

Aku : De, kok bisa cukup uang yang dikasi mamah, kan kalo makan sama minum di Citos kan mahal!(Indi makannya banyak, bisa nambah 3 x, karena dalam masa pertumbuhan).
Indi :yaaaaah mamah, uang yang dikasi mamah kan sedikit, jadi Ade (nama kecil dirumah) kalau makan, ya didepan Citos
Aku (bingung) : didepan Citos mana?
Indi : didepannya kesebelah samping sedikit... dipinggir jalan.

Hahahahah aku tertawa mendengarnya, ternyata anakku pandai mengatur uang sakunya. Jadi kalau dia pergi, makannya tidak direstoran tetapi "diluar restoran" lalu kalau harus dia beli air mineral di supermarket.

Tanpa sengaja ilmu itu aku dapatkan dari anakku sendiri. Sekarang kalau aq harus pergi bertemu klien atau teman di kafe, kalau lapar aku makan dulu untuk mengganjal perutku dengan membeli makanan disupermarket, atau tempat makan lainnya. Aku juga membawa minum air putih selalu didalam tasku. Kalau tidak terpaksa aku tidak pesan makanan dari kafe, selain harganya mahal rasanya pun kurang enak. Kalau ke kafe aq hanya pesan kopi atau minuman satu jenis saja. Lumayan bisa menghemat Rp. 50.000,- setiap bertemu klien atau sedang melobi. Kalau saja seminggu aku bisa berhemat Rp. 100.000,- berarti sebulan Rp. 400.000,-. Apabila setiap bulan aku investasikan di Reksadana dengan hasil investasi 30% selama 10 tahun, dan 5 tahun kemudian hasil investasinya menjadi 1,1 Milyar. Wah sekarang aja aku enggak punya uang sebanyak itu. Ternyata bila kita bisa berhemat tanpa menurunkan gaya hidup dan dapat menempatkan pada instrumen investasi yang tepat, maka secara tidak sengaja kita sudah merencakan kaya dimasa tua.

Selengkapnya...

Sabtu, 31 Januari 2009

MEMULAI BISNIS DARI HOBBY

Mesothelioma
Mesothelioma

"Memulai Bisnis Dari Hobby"
penulis: Rina Dewi Lina MM, CFP® & Riana R. Iswahjudi, SE.


Tidak sedikit orang bingung untuk memulai suatu bisnis, walaupun kecil bentuknya. Macam-macam bentuk bisnis yang bisa dijalankan, terutama untuk ibu rumah tangga dan juga wanita bekerja. Ada banyak alasan bagi wanita terutama kaum ibu untuk membuka usaha sampingan dari rumah maupun diluar rumah. Tujuannya untuk mengisi kegiatan ataupun membantu suami mendapatkan penghasilan tambahan dan ingin mengaktualisasikan diri sebagai seorang wanita.

Biasanya pertanyaan awal yang selalu muncul sebelum memulai adalah "bisnis apa ya ?", "berapa modal yang dibutuhin?", "mampu gak ya aku bikin usaha ini?" , "bikin usaha sendiri atau berpartner ya ?".


Jawabanku selalu dikembalikan lagi ke teman-teman yang curhat, "kamu sukanya apa ?" biasanya mulai dari hobby yang terkadang tidak kita sadari, atau dari kegiatan lain yang sedang kita lakukan dan kita enjoy dalam melakukannya. Dari hal kecil seperti itu bila kita olah, dapat menjadikan suatu ide bisnis.

Mari kita gali lagi, apa yang kita suka dan enjoy melakukannya, yang bisa kita jadikan suatu bisnis ?. Kemudian “siapa aja sih teman-teman kita atau lebih tepatnya “market (pasar) kita” ?, Apabila kita jeli memperhatikan lingkungan yang paling dekat, itupun bisa menjadikan ide untuk suatu bisnis.

Modal ? Semua usaha sekecil apapun bentuknya pasti membutuhkan modal. Seberapa besar modal yang diperlukan, tergantung mau seperti apa bentuk/konsep usahanya.

Menjadikan hobby menjadi bisnis merupakan suatu langkah yang sangat positif. Walaupun bisnis yang akan dijalankan karena berdasarkan hobby tidak ada salahnya kita membuat rencana dan pertimbangan-pertimbangan .

Langkah Pertama adalah berpikir dan mempertimbangkan hal-hal dibawah ini.

1.Mulai melakukan bisnis secara professional.
2.Harus kita sadari kemungkinan resiko rugi atau gagal .
3.Mulai dengan bisnis kecil dulu.
4.Jangan menghabiskan seluruh modal untuk bisnis baru. Max 50% modal ( investasi)
yang dialokasikan untuk suatu usaha. Bila terjadi kegagalan maka kita masih
bisa bangkit kembali untuk membangun bisnis baru.
5.Carilah partner atau teman untuk berdiskusi
6.Membuat rencana sederhana dan secara tertulis

Setelah itu kita buat strateginya secara sederhana berdasarkan 4 P (Philip Kotler, Marketing Managent, Prentice Hall International Edition)

1.Product atau produk yang akan diproduksi
2.Price atau harga penjualan
3.Promosi & Pemasaran yaitu bagaimana melakukan promosi & kemana akan dipasarkan,
siapa target marketnya? Berdasarkan usia & jenis kelamin
4.Place (Tempat / Lokasi) untuk menjual produk tersebut dan pendistribusiannya
bila diperlukan

Langkah Kedua adalah menentukan produk. Misalnya hobby merangkai aksesoris dari batu-batuan yang memang sedang “in” sekarang ini, Tentunya ada beberapa aksesoris seperti gelang, kalung, anting-anting dan lain sebagainya yang sudah terangkai dan disimpan. Dari sinilah bisnis dimulai, aksesories yang awalnya disimpan sebagai koleksi dapat dijual. Hasil penjualan digunakan sebagai modal untuk membeli kembali material juga mengembangkan peralatan yang diperlukan. Jenis bisnis seperti ini dapat dimulai dari rumah, tidak perlu menyewa atau mengontrak tempat, sehingga harga jual harus lebih murah dari toko.

Tanpa disadari pertanyaan-pertanyaan diatas seperti "bisnis apa ya ?", "berapa modalnya?", "mampu gak ya aku bikin usaha ini?" sudah anda lakukan.

Pertanyaan berikutnya adalah , "bikin usaha sendiri atau berpartner ya ?". Bila bisnis masih kecil, lakukanlah sendiri, anda yang paling mengerti bisnis ini, tetapi bila perlu diskusi, berdiskusilah dengan orang yang sudah berhasil. Berdiskusi dengan orang yang pernah gagal dalam melakukan bisnis boleh saja, tetapi harus betul-betul pandai memilih yang dapat diambil sebagai pelajaran. Jangan sampai cerita kegagalan membuat anda menjadi demotivasi.

Bila ingin melanjutkan lebih serius, mungkin perlu partner dan kita mulai harus menghitung berapa banyak modal yang diperlukan, berapa harga dijual? Bagaimana mempromosikannya?

MODAL

Ada beberapa hal dalam mempersiapkan modal

1. Harga pokok yang meliputi : Biaya produksi termasuk harga material, dan biaya lainnya sampai menjadi suatu produk (barang) dalam bentuk yang sudah dikemas.
2.Biaya operasional : termasuk transportasi, biaya pegawai, biaya promosi dan biaya pengiriman (bila ada).
3. Perputaran penjualan

HARGA

Menentukan harga jual, bila produk ada juga dipasaran, harga harus lebih murah dari pada di toko minimal 25% lebih murah. Mengapa demikian? Karena bisnis dirumah tidak memerlukan biaya sewa tempat, pramuniaga, listrik, maintenance dari toko atau biaya lainnya bila kita menyewa tempat khusus.

PROMOSI

Tidak ada orang lain yang akan tahu kemampuan atau keahlian kita, bila kita tidak mempromosikannya. Pertama-tama dalam melakukan bisnis adalah kita harus dapat “menjual diri” kita dalam arti positif. Tunjukan kemampuan anda kepada lingkungan anda lakukan tanpa malu-malu tetapi tetap memegang etika pergaulan. Jauh lebih efektif promosi dilakukan oleh kita sendiri dibandingkan dengan membagi-bagi brosur. Ingat pepatah “lagu terdengar merdu tergantung dari orang yang menyanyikannya”.

Budaya di Indonesia yang menganggap hal yang memalukan bila kita berjualan sesuatu harus mulai dikikis, karena itu akan merugikan kita sendiri.

TEMPAT

Untuk sementara untuk tempat penjualan tetap dilakukan sendiri. Tempat bisa dirumah, bisnis online atau sesuatu yang tidak memerlukan suatu modal mati (menyewa tempat termasuk modal yang mati)



Artikel Medio Jan'09

Salam Penulis,

Rina & Riana
Selengkapnya...

Minggu, 18 Januari 2009

Wanita dan Uang, Rahasia Berhemat

hit
Click for hit counter code.
Selengkapnya...

Rabu, 24 Desember 2008

Mengelola Bonus Akhir Tahun


Website counter



Pada bulan Desember lalu sebagian besar perusahaan telah melakukan Proses Penilaian terhadap kinerja karyawannya selama 1 tahun ke belakang atau yang lebih dikenal dengan PERFORMANCE APPRAISAL (PA), dan kini giliran si karyawan yang berharap2 cemas menantikan hasil PA-nya dan tentunya mulai meng-hitung2 berapa kira2 besaran Bonus Prestasi yang bakalan diterimanya.

Bonus belum diterima tapi sudah terbayang dalam benak si karyawan daftar kebutuhan belanja atau pengeluaran keluarga yang harus dialokasikan dari uang bonus tsb.

Itulah barangkali ritual tahunan yang saat ini sedang dialami oleh hampir sebagian besar orang kantoran / karyawan di Indonesia....(atau bahkan seluruh dunia).

Bagaimana sih sebenarnya cara bijak untuk mengelola Bonus Akhir Tahun ini agar lebih memberikan manfaat bagi penerimanya ?

Uang Bonus dapat dikategorikan sebagai EXTRA FUND/INCOME atau dapat juga kita golongkan sebagai Penghasilan Tak Terduga, dan oleh karena sifatnya itulah maka respon kita cenderung reaktif kala menerima bonus. Artinya kita tidak memiliki perencanaan yang matang terhadap penggunaannya dan cenderung untuk membelanjakannya pada hal2 konsumtif karena kita menganggapnya sebagai uang extra yang harus "dinikmati"

Apakah salah jika kita memilih untuk menikmati uang bonus tersebut. Tentu tidak.

Namun alangkah lebih bijak jika anda juga mengingat kewajiban2 yang masih harus anda bayar ketika anda memutuskan untuk menghabiskan uang bonus tersebut. Atau memikirkan keuntungan tambahan lain yang bakal anda peroleh jika anda menginvestasikan uang extra tsb.

Pada dasarnya kita memiliki beberapa pilihan dalam pemanfaatan uang bonus tsb :

1. Untuk Menambah Income

Bisa dalam bentuk menabung (saving) ataupun investasi. Anda berharap akan mendatangkan return atau manfaat di waktu yang akan datang yang lebih besar dibandingkan jika anda menikmati uang bonus anda saat ini.

Tersedia berbagai pilihan wahana investasi, apakah dalam bentuk instrumen keuangan seperti Saham,Reksadana, Obligasi,maupun Deposito, ataukah dalam bentuk instrumen tradisional seperti emas atau properti, atau anda ingin terjun langsung berinvestasi di sektor riil sebagai pelaku bisnis.

Sebelum anda memilih instrumen investasi,yang harus anda ingat adalah tidak ada satupun investasi yang bebas resiko dan berlaku prinsip high risk,high expected return.

Setelah anda mengenali resiko dari masing2 pilihan investasi tersebut,langkah selanjutnya adalah sesuaikan dengan profile resiko anda. Jangan berinvestasi di instrumen yang anda tidak pahami dan tidak dapat anda terima resikonya

2. Untuk Reduce Cost

Uang bonus dapat anda gunakan untuk mengurangi beban atau kewajiban finansial anda. Misalkan jika anda memiliki kewajiban KPR atau KPM yang harus anda angsur setiap bulan maka uang bonus ini dapat anda gunakan untuk melakukan pelunasan dini atau sebagian atas pokok pinjaman dan meminta kepada pihak Bank atau Lembaga Keuangan untuk melakukan restrukturisasi atau reschedul. Tujuan dari langkah ini adalah untuk menurunkan jumlah cicilan atau bunga yang harus anda bayar pada bulan2 berikutnya.

3. Untuk kebutuhan Konsumtif

Dalam hal ini yang harus anda ingat dan perhatikan adalah prinsip Needs or Wants. Dahulukan kebutuhan daripada keinginan. Apakah betul barang tersebut betul2 merupakan kebutuhan anda.

Ketiga pilihan di atas bukanlah pilihan yang harus anda pilih salah satu saja, Anda dapat melakukan kombinasi (portofolio) atas ketiga pilihan tersebut. Sesuaikan dengan kondisi keuangan dan kebutuhan anda saat ini.

Anda dapat melakukan simulasi Cost & Benefit atas berbagai alternatif/kombinasi pilihan yang memungkinkan anda ambil.

Dan satu hal yang harus anda ingat adalah keputusan perencanaan keuangan adalah sebuah keputusan yang komprehensif , artinya at least anda telah mempertimbangkan semua kebutuhan finansial keluarga.

Selamat memanfaatkan uang Bonus anda !!!!



Selengkapnya...

Senin, 22 Desember 2008

APA BEDA PERENCANAAN KEUANGAN YANG DILAKUKAN OLEH KITA SETIAP HARI DENGAN YANG DILAKUKAN "FINANCIAL PLANNER"

Minggu lalu saya bertemu teman lama dan dia bertanya aktifitas apa yang saya lakukan sekarang? Saya jawab bahwa aktifitas saya di Allianz.... secara spontan dia berkata "wah asuransi saya udah banyak, lalu dia menyebutkan beberapa asuransi yang dia punya" (duh kayaknya takut bener ditawari asuransi). Untuk menyambung pembicaraan saya bilang saya juga baru mendapat sertifikasi sebagai “Perencana Keuangan”. Dia tertawa, dan mengatakan bahwa istrinya setiap hari melakukan perencanaan keuangan. Pendapat teman saya itu benar. Setiap keluarga sudah melakukan perencanaan keuangan.

Apa sih beda yang dilakukan oleh "Perencana Keuangan ( Financial Planner)" dengan perencanaan keuangan yang kita lakukan sehari-hari? perbedaan yang paling menonjol adalah :

  1. Perbedaannya adalah yang kita lakukan sehari-hari tidak memperhitungkan inflasi untuk perencanaan keuangan masa yang akan datang.
  2. Umumnya kita belum bisa menentukan berapa kebutuhan kita dimasa yang akan datang.
Misalnya saja anak saya berusia 2 tahun, tentunya semua orang tua ingin menyekolahkan anaknya sampai Universitas. Sekarang masuk Universitas swasta X uang masuknya sebesar Rp. 35 juta, 16 tahun kemudian dikarenakan inflasi maka uang masuk Universitas X diperkirakan sebesar Rp. 161 juta dengan memperhitungkan inflasi rata-rata 10%. Itu baru uang masuk saja, belum termasuk uang semesteran dan buku. Waduh.... bener gk sih angka ini?... coba kita ingat-ingat... dulu ketika saya kuliah tahun 1982, uang masuk kuliah saya di universitas swasta sebesar Rp. 1,5 juta. .... wow fantastis.... sepertinya tidak mungkin, tetapi terjadi...

Setelah melihat angka itu rasanya jadi malas ... langsung saja kita berpikir, gimana ngumpulin uangnya? dengan hasil investasi 6% setahun diperlukan investasi sebesar Rp. 500 ribu setiap bulan bila dengan hasil investasi sebesar 25%.... , hanya diperlukan Rp. 64 ribu setiap bulannya selama 16 tahun untuk mencapai angka 161 juta. Anda memilih yang mana?



Selengkapnya...